081-80794-5000 kip.mataram@gmail.com

Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT)

Mataram (15/10/2020)

Bea Cukai Mataram melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Sosialisasi Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), yang diikuti oleh seluruh stakeholder terkait, seperti Pengusaha Pabrik HT di Lombok, Pejabat Bea Cukai dari kantor pusat, kantor bea cukai dan pemda yang telah menjalankan program pembangunan KIHT, serta pengusha HT dan instansi terkait di Lombok. Kegiatan dihadiri secara langsung di Aula Kantor Bea Cukai Mataram dan daring melalui video conference.

Sebagaimana kita ketahui KIHT merupakan kawasan tempat pemusatan kegiatan industri hasil tembakau yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana, serta fasilitas penunjang industri hasil tembakau yang disediakan, dikembangkan, dan dikelola oleh pengusaha kawasan industri hasil tembakau

Salah satu tujuan KIHT yakni meningkatkan pelayanan, pembinaan industri, dan pengawasan terhadap produksi dan peredaran hasil tembakau dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam Sambutanya Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, I Putu Alit Sudarsono mengemukakan bahwa Tembakau yang dihasilkan lombok sangat besar kurang lebih 44.493 Ton pada tahun 2019, sedangkan yang diserap oleh pengushaa hanya sekitar 3% dari jumlah produksi yang ada, 55% diserap oleh mitra, dan selebihnya belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu dibuthkan upaya untuk mengoptimalisasi potensi ini, salah satunya dengan membangun KIHT.

“Mimpi kita bersama bahwa kedepan tembakau lombok dapat menjadi ikon dari pulau lombok selain dari ikon-ikon yang sudah ada seperti mutiaradan tiga gili, agar kedepanya tembakau lombok menjadi tuan di rumahnya sendiri, kemudia hasil dari kiht ini akan diakui oleh dunia, wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dan dapat bersaing di pasar global” Ujar Putu Alit 

Program pembangunan kawasan industri di Lombok ini didukung sepenuhnya Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Bali, NTB & NTT, Hendra Prasmono, karena selain dapat menciptakan lapangan kerja, juga dapat mempermudah pengawasan.

“Dari aspek legal, KIHT diupayakan mendorong pengusaha-pengusaha yang belum memiliki legalitas agar bergabung dan dapat menjalankan usaha yang sah,” kata Hendra.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, bersama Pemerintah Kabupaten Kudus  serta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan, Nyoman Adhi Suryadnya bersama Pemda Soppeng menceritakan pengalaman kisah suksesnya dalam rangka pembangunan KIHT. Mulai dari perizinan yang diperlukan, syarat,serta langkah untuk membangun KIHT.

Nyoman Adhi menambahkan bahwa Pembangunan KIHT sangat sejalan dengan program Pembangunan Ekonomi Nasional (PEN), dikarenakan KIHT itu diperuntukan untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan jenis usaha terbesar yang ada di indonesia, sehingga nantinya dapat memdorong tumbuhnya perekonimian, yang dimulai dari daerah sampai nantinya akan membantu perekonomian nasional.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, sangat terlihat antusias dari para peserta, terdapat banyak pertanyaan yang di lontarkan berkaitan dengan pembangunan KIHT ini.

Dengan terselenggaranya FGD sekaligus sosialisasi KIHT ini diharapkan agar semua pemangku kepentingan memiliki persepsi yang sama dan sinergi untuk mewujudkan KIHT Lombok, sehingga memberi manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat di pulau lombok.

#KIHT

#BeaCukai

#BeaCukaiMataram

#BeaCukaiMakinBaik

BAGIKAN :

NILAI :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Pesan Untuk Kami

4 + 7 =

Tentang Kami

Alamat: Jl. Yosudarso No.14 Ampenan Mataram

Jam Kerja

Senin - Kamis
08.00-12.15 dan 13.15-16.30

Jumat
08.00-11.30 dan 13.30-16.30

Kontak Kami

0818 - 0794 - 5000

0370-635403

bc.mataram@gmail.com